July 18, 2024

Ekonomi Kita

Find Your Financial

Penerimaan yang Menurun Sebabkan Defisit APBN Mei Capai Rp218 T

1 min read

Pada bulan Mei, penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, menyebabkan defisit yang cukup besar sebesar Rp218 triliun. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor ekonomi dan kebijakan fiskal yang dihadapi negara saat ini.

Menurut data yang dirilis oleh Kementerian Keuangan, penerimaan APBN pada bulan Mei hanya mencapai Rp188,3 triliun, sedangkan belanja negara mencapai Rp406,3 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp218 triliun, yang sebagian besar digunakan untuk membiayai kegiatan dan proyek pemerintah yang diperlukan untuk pemulihan ekonomi dan pengentasan dampak pandemi Covid-19.

Penurunan penerimaan APBN terutama disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk perlambatan aktivitas ekonomi yang masih terjadi akibat pandemi, serta penurunan harga komoditas tertentu yang mempengaruhi penerimaan negara dari sektor tersebut. Selain itu, target penerimaan pajak yang tidak tercapai juga menjadi salah satu penyebab utama penurunan penerimaan pada bulan Mei.

Pemerintah Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk mengatasi defisit anggaran ini, termasuk melakukan efisiensi belanja dan peningkatan penerimaan. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengelola keuangan negara secara lebih baik di tengah tantangan ekonomi yang masih berkepanjangan.

Meskipun defisit APBN bulan Mei mencatat angka yang cukup besar, pemerintah optimis dapat memperbaiki situasi ini melalui kebijakan yang tepat dan dukungan dari berbagai sektor ekonomi. Pemantauan terus-menerus terhadap perkembangan keuangan negara akan tetap dilakukan untuk memastikan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.