July 18, 2024

Ekonomi Kita

Find Your Financial

Peringatan Bank Indonesia, Penjualan Uang Palsu di Marketplace

1 min read

Bank Indonesia (BI) mengeluarkan peringatan keras terkait penjualan uang palsu yang dilakukan melalui platform marketplace. Fenomena ini menjadi sorotan karena potensi dampak negatifnya terhadap perekonomian dan keamanan masyarakat.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menegaskan bahwa penjualan uang palsu melanggar undang-undang dan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. BI menekankan bahwa uang palsu bukan hanya merugikan ekonomi secara langsung, tetapi juga dapat mengancam stabilitas keuangan negara.

Menurut BI, uang palsu yang dijual secara daring sering kali sulit untuk dideteksi keasliannya oleh masyarakat umum. Hal ini menambah risiko penipuan dan kerugian finansial yang signifikan bagi konsumen yang tidak waspada. BI menyarankan agar masyarakat hanya melakukan transaksi keuangan dengan menggunakan uang tunai resmi dari lembaga keuangan yang sah.

Kasus penjualan uang palsu melalui marketplace menunjukkan bahwa pihak platform dan penjual harus lebih berhati-hati dalam mengawasi barang-barang yang ditawarkan. BI mendorong kerja sama yang lebih erat antara otoritas, marketplace, dan masyarakat untuk mencegah peredaran uang palsu di pasar digital.

Dalam konteks ini, penting bagi konsumen untuk selalu memeriksa keabsahan uang yang diterima, terutama saat melakukan transaksi dalam jumlah besar. Upaya pencegahan dan edukasi tentang risiko uang palsu perlu terus ditingkatkan guna melindungi keamanan finansial dan mengurangi dampak negatifnya terhadap perekonomian nasional.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.