July 18, 2024

Ekonomi Kita

Find Your Financial

Industri Perjalanan Wisata Terdampak Pelemahan Rupiah, Ini Kata Pengusaha

1 min read

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak signifikan pada industri perjalanan wisata di Indonesia. Para pengusaha dalam sektor ini menyatakan bahwa penurunan nilai rupiah menyebabkan peningkatan biaya perjalanan ke luar negeri, sehingga berpengaruh pada minat wisatawan.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Nunung Rusmiati, menjelaskan bahwa harga paket perjalanan yang mengandalkan dolar AS mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan banyak wisatawan memilih menunda atau bahkan membatalkan rencana perjalanan mereka ke luar negeri. Selain itu, biaya operasional perusahaan perjalanan juga meningkat karena harga tiket pesawat dan akomodasi yang melonjak.

Rusmiati juga menyarankan agar wisatawan domestik lebih memprioritaskan destinasi wisata dalam negeri sebagai alternatif. Destinasi lokal dapat menawarkan pengalaman wisata yang tak kalah menarik dengan biaya yang lebih terjangkau, terutama dalam kondisi ekonomi yang menantang seperti saat ini. Ia menambahkan bahwa ini juga bisa menjadi momen bagi industri pariwisata lokal untuk berkembang dan mendapatkan lebih banyak perhatian.

Para pengusaha berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih bagi industri perjalanan wisata, terutama dalam hal insentif dan kebijakan yang dapat membantu menstabilkan harga. Selain itu, promosi destinasi wisata lokal perlu ditingkatkan untuk menarik minat wisatawan domestik.

Dengan dukungan yang tepat, industri perjalanan wisata Indonesia diharapkan dapat bertahan dan bahkan tumbuh di tengah tantangan ekonomi yang ada. Para pelaku industri optimis bahwa dengan strategi yang tepat, mereka dapat mengatasi dampak negatif dari pelemahan rupiah dan tetap menarik minat wisatawan untuk menjelajahi keindahan Indonesia.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.